Pindah Hosting tanpa Down Time

Bagaimana Cara Pindah Hosting website tanpa harus mengalami Down Time?

Untuk jawabannya, saya akan berbagi pengalaman saya pada saat memindahkan blog (wordpress) ini ke hosting (hostgator) baru beberapa hari yang lalu. Mungkin buat kalian yang setia mengunjungi blog ini setiap hari, pasti tidak akan menyadari bahwa blog ini sudah berpindah server sejak tiga hari yang lalu. Mengapa demikian? Ya karena dalam proses perpindahannya blog ini tidak mengalami “Down Time” terlebih dahulu, sehingga blog masih tetap online walaupun sedang tahap proses pindah hosting.

Sebelumnya perlu saya informasikan bahwa saya memindahkan blog saya ini yang menggunakan CMS wordpress, untuk engine website lainnya kurang lebih sama juga silahkan menyesuaikan. Dan hosting yang saya gunakan adalah di Hostgator, untuk hosting yang lainnya saya tidak tahu bisa atau tidak.

Oke, langsung saja berikut ini tutorial (pengalaman saya) memindahkan blog/website ke hosting baru tanpa harus melaui down time:

    1. Pastikan anda sudah mempunyai akun hosting baru dan sudah mempunyai domain utama disana.
    2. Hal pertama yang harus dilakukan adalah backup Database website kita yang ada di hosting lama, silahkan download dan simpan di harddisk. Caranya masuk cPanel > php MyAdmin > pilih database yang akan di backup > klik Export > Go
      backup-database
    3. Masih di cPanel hosting lama, masuk ke file manager kemudian download folder wp-content (jika blog wordpress) untuk engine website lainnya mungkin download secara keseluruhan saja. Untuk mempermudah proses download sebaiknya folder di compress dulu menjadi file zip. Apabila ada file penting yang ada diluar folder wp-content misalnya file .htaccess (yang sudah dimodifikasi) bisa di download juga.
    4. Setelah proses backup dari hosting lama selesai, selanjutnya masuk ke cPanel hosting (Hostgator) yang baru lalu masuk ke Addon Domains masukan domain blog yang akan dipindahkan lalu klik Add Domain.
      addon-domain NB: NameServer domain masih tetap mengarah ke server lama. Di Hostgator bisa melakukan Add domain meskipun NS domain tersebut belum diarahkan ke servernya, tapi di beberapa webhosting kadang terjadi error/tidak bisa. Jadi kalau hosting tersebut tidak support add domain tanpa perlu merubah NS terlebih dahulu, mungkin dalam proses perpindahan blog harus down dahulu selama masa propagasi DNS.
    5. Jika domain sudah berhasil ditambahkan ke akun hosting baru, langkah selanjutnya adalah menginstall WordPress dengan bantuan installer di cPanel misal Softacolous atau Fantastico. Setelah proses install WordPress selesai, selanjutnya timpa/rewrite folder wp-content yang ada di hosting baru dengan wp-content yang tadi di download hasil backup dari hosting lama dan jangan lupa untuk mengekstraknya jika file berbentuk zip.  Namun jika tidak menggunakan CMS (wordpress) bisa upload ulang file website yang tadi di backup tanpa perlu melalui proses install dulu.
    6. Langkah selanjutnya, import database yang tadi di backup dari hosting lama. Caranya masuk ke  php MyAdmin > Import. Pilih file database yang tadi lalu klik Go.
    7. Oke sampai disini kita tinggal mengkoneksikan blog ke databasenya. Jika di wordpress caranya tinggal buka file wp-config.php kemudian sesuaikan dengan database yang kita upload tadi (lihat informasinya di menu MySQL Databases). Untuk selain wordpress/CMS bisa menyesuaikan.

Connect-Database

Jika kita tidak melakukan kesalahan, sampai disini seharusnya blog di hosting baru kita sudah aktif dan bisa diakses. Tampilan serta isi kontenya pun akan sama persis dengan blog kita yang sekarang masih ada di hosting lama. Blog ini bisa diakses dengan url sementara yaitu: subdomain/FTP username (lihat di screenshot Addon Domain) (dot) domain utama di hosting baru. Jadi begini, misal domain utama di hosting baru adalah atepsaepulloh.com dan domain blog lama yang dipindah adalah blogue.com, jadi url yang diakses adalah blogue.atepsaepulloh.com. Kalau tidak melakukan kesalahan dari mulai tahap awal, pasti blog anda sudah bisa dikases dan isi konten beserta tampilannya akan sama dengan blog yang ada di hosting lama (clone).

Jika sudah bisa diakses, coba cek dan ricek dulu sebelum NS di arahkan ke server hosting baru. Cek apakah ada yang masih error, seperti cek permalink, halaman, dan struktur blog lainnya. Untuk cek permalink caranya tinggal akses blogue.atepsaepulloh.com/nama-posting-1 lalu bandingkan dengan blogue.com/nama-posting-1, dan begitu juga dengan struktur lainnya.

Apabila semua sudah sesuai dan tidak ada error, selanjutnya menuju ke tahap akhir dari proses pindahan ini yaitu: Arahkan Nameserver domain yang akan dipindah tadi ke Nameserver hosting baru. Setelah itu tinggal nunggu proses propagasi domain ke server barunya, biasanya memerlukan waktu sekitar 1×24 jam. Untuk mengetahui proses propagasi sudah selesai atau belum, kita bisa melakukan ping ke domain tersebut kemudian lihat IP yang didapat. Kalau sudah mengerah ke IP server baru, berarti proses pindah hosting sudah sukses dan tanpa down time.

NB: mohon di koreksi jika ada yang terlewatkan atau kesalahan… Tapi yang pasti saya berhasil dengan cara diatas. :D

Diakses dengan kata kunci

pindah hosting, pindah hosting tanpa, pindah hosting tanpa down, cara import database wordpress ke hosting, pindah blog ke server baru, memindahkan sub tanpa mengubah timing, pindah dari domain di blog ke hosting, memindahkan hosting blogspot ke hostglator, pindah hosting dari web lama, memindahkan blog ke hosting

  Rate this article:
VN:F [1.9.17_1161]
Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
   

Ada 11 Komentar untuk tulisan:

Pindah Hosting tanpa Down Time

  1. Leo says:

    Saya rasa caranya akan sama di semua web host mas. Kecuali mungkin yang buat tes pakai subdomain. Setahu saya web host saya nggak ada fasilitas itu. Nice tips mas.

    • admin says:

      dulu saya coba dibeberapa webhost (yg USA juga) ada yang gak bisa mas, terjadi error pada saat addon domain. Karena mungkin settingan di servernya tidak mengijinkan menambahkan domain kalau NS belum diarahkan ke servernya. Tapi justru kalau yang subdomain itu saya rasa hampir ada di setiap webhost, ya mungkin ada juga beberapa yang tidak bisa seperti di hostingnya mas :)

  2. arkhananta says:

    ijin bookmark dulu kang, saya pernah pindah hosting dan gagal, akhirnya blog itu sudah ga bisa di akses lagi, mana postingannya udah banyak… lemesss

  3. iezul blog says:

    gara-gara down server kemaren, akhirnya saya mutuskan buat hosting di blogger aja, hehe salam

  4. Terima kasih banyak pencerahanya, sangat bermanfaat, saya juga termasuk orang yang suka wordpress, selamat berkarya !

  5. areximut says:

    pernah juga ngalamin pindah domain tapi dengan metode yang hampir sama (tanpa pakai subdomain), secara sepintas semua oke sich, tapi setelah ditelisih ternyata url IDnya agak sedikit berubah, akan berasa jika pakai WP Category View. Walhasil manual editing via phpadmin deh. Semoga sahabat lain yang pindahan tidak mengalami yg demikian

  6. Fikri says:

    Wah mantap sekali nih sob tips & trik-nya :-)

    nambah ilmu, thaks

  7. maze-pe says:

    thank banget bang.. infonya sangat membantu. ane coba pake cara ini, hasilnya sukses. tapi ada yg agak error sh…ada beberapa widge yang kgak nongol… apa ini masalah dgn databasenya…???
    mohon pencerahannya ya bang…ane tunggu PM-nya

Berikan tanggapan Anda:
Warning!
Berkomentarlah dengan menggunakan kata-kata yang sopan dan sesuai dengan topik yang sedang dibahas. Tidak diperkenankan melakukan Junk/Spam dan atau menyertakan link pada isi komentar. Jika begitu, maka sudah dipastikan komentar anda akan dinyatakan sebagai spam.

Feb
6
2012